Menu
Pencarian


Dari Visi “mBatu Sae”, JTV Malang Hadirkan Program “Mbatu Sae” Angkat Petani Milenial, UMKM hingga 1.000 Sarjana

JTV Malang - Kamis, 1 Oktober 2026 20:05
Dari Visi “mBatu Sae”, JTV Malang Hadirkan Program “Mbatu Sae” Angkat Petani Milenial, UMKM hingga 1.000 Sarjana
Wali Kota Batu Nurochman saat menerima audiensi JTV Malang terkait rencana program “Mbatu Sae” yang mengangkat potensi dan cerita generasi baru Kota Batu, Kamis (1/10/2026).

KOTA BATU - PortalJTV – Wajah baru Kota Batu tidak hanya dibangun lewat infrastruktur dan geliat pariwisata. Regenerasi petani, pertumbuhan UMKM hingga peningkatan kualitas pendidikan menjadi bagian penting untuk mewujudkan arah pembangunan Kota Batu di era kepemimpinan Wali Kota Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto.

Semangat itulah yang kemudian dihadirkan JTV Malang melalui program “Mbatu Sae”.

Program ini dirancang sebagai ruang untuk mengangkat cerita, potensi sekaligus dinamika masyarakat Kota Batu. Mulai dari petani milenial yang memilih menekuni sektor pertanian, pelaku UMKM yang berjuang mengembangkan usaha, hingga generasi muda yang dipersiapkan melalui Program 1.000 Sarjana.

Baca Juga :   Bukan Cuma Bersih-Bersih! WCD Kota Batu Gebrak Sampah Visual, Pasar Among Tani Disulap Jadi Galeri Mural

Nama “Mbatu Sae” sendiri sejalan dengan visi dan misi pembangunan Kota Batu di bawah kepemimpinan Nurochman-Heli. Melalui program JTV Malang ini, semangat tersebut diterjemahkan ke dalam cerita nyata masyarakat yang menjadi bagian dari proses membangun Kota Batu.

Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Batu. Wali Kota Batu Nurochman menilai media memiliki posisi strategis untuk memperkenalkan potensi masyarakat sekaligus membuka ruang agar berbagai persoalan di lapangan dapat diketahui lebih luas.

Hal itu disampaikan Nurochman saat menerima audiensi JTV Malang yang dipimpin Kepala Biro JTV Malang Nita Shofiana di ruang kerja Wali Kota Batu, Kamis (1/10/2026).

Menurut Nurochman, salah satu pekerjaan penting dalam pembangunan Kota Batu adalah memastikan potensi lokal dapat terus berkembang sekaligus menghadirkan regenerasi. Hal tersebut salah satunya terlihat dari sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu kekuatan Kota Batu.

Generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan sektor tersebut. Pertanian tidak lagi hanya dipandang sebagai pekerjaan konvensional, tetapi dapat dikembangkan menjadi sektor modern dengan memanfaatkan teknologi, inovasi, pengolahan hasil hingga strategi pemasaran.

“Potensi petani dan UMKM harus terus kita kenalkan. Di sisi lain, persoalan yang mereka hadapi juga perlu mendapat perhatian dan dicarikan solusinya,” kata Nurochman.

Semangat tersebut menjadi salah satu cerita yang akan dibawa “Mbatu Sae” JTV Malang. Kamera tidak hanya diarahkan pada hasil akhir, tetapi mengikuti aktivitas pelaku secara lebih dekat. Mulai dari proses bertani, membangun usaha, memproduksi barang, menghadapi tantangan hingga melihat peluang pengembangan ke depan.

Dengan pendekatan tersebut, petani milenial tidak sekadar ditampilkan sebagai objek pemberitaan. Mereka menjadi bagian dari cerita mengenai bagaimana generasi muda Kota Batu mulai mengambil peran dalam mengelola potensi daerahnya sendiri.

Begitu pula dengan UMKM. Di tengah terbukanya peluang pasar yang semakin luas, pelaku usaha lokal masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kualitas produk, kapasitas produksi hingga kesinambungan pasokan.

Cerita-cerita tersebut akan menjadi bagian dari program “Mbatu Sae”, termasuk menghadirkan aspirasi pelaku usaha mengenai kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi.

Namun, pembangunan generasi Kota Batu tidak berhenti pada sektor ekonomi.

Pendidikan menjadi bagian lain yang tidak kalah penting. Melalui Program 1.000 Sarjana, pemerintah daerah mendorong semakin terbukanya akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Kota Batu.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang nantinya dapat mengisi berbagai sektor. Mulai dari pertanian modern, UMKM, ekonomi kreatif hingga profesi yang membutuhkan kompetensi pendidikan tinggi.

Benang merah antara petani milenial, UMKM dan 1.000 Sarjana inilah yang akan menjadi salah satu kekuatan cerita “Mbatu Sae”.

Bagaimana generasi muda diberi ruang untuk bertani dengan cara baru. Bagaimana pelaku usaha lokal berusaha naik kelas. Serta bagaimana pendidikan dipersiapkan untuk membuka jalan bagi generasi berikutnya.

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menyambut positif rencana program “Mbatu Sae” JTV Malang. Menurutnya, potensi masyarakat Kota Batu perlu semakin banyak diperkenalkan agar dapat membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkembang.

“Kami menyambut positif program ini. Petani muda, UMKM dan generasi muda Kota Batu punya potensi besar yang perlu mendapat ruang. Mudah-mudahan melalui program ini cerita dan karya mereka bisa semakin dikenal masyarakat luas,” ujar Heli.

Heli berharap program tersebut tidak hanya menjadi tayangan yang memperkenalkan potensi Kota Batu, tetapi juga menjadi ruang yang dapat membangun optimisme generasi muda untuk mengembangkan potensi di daerah sendiri.

Sementara itu, Kepala Biro JTV Malang Nita Shofiana mengatakan “Mbatu Sae” disiapkan untuk menghadirkan cerita masyarakat secara lebih dekat.

Menurutnya, program tersebut akan mengikuti aktivitas para pelaku sehingga penonton tidak hanya melihat hasil, tetapi juga proses, perjuangan dan tantangan yang ada di baliknya.

“Mbatu Sae” diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan potensi masyarakat Kota Batu dengan penonton yang lebih luas.

Petani milenial, UMKM dan generasi muda penerima manfaat Program 1.000 Sarjana nantinya menjadi bagian dari gambaran bagaimana Kota Batu menyiapkan generasi barunya.

Sebab, mBatu Sae bukan hanya tentang bagaimana Kota Batu hari ini, tetapi juga tentang siapa yang akan membawa Kota Batu menjadi lebih baik di masa depan.

Editor : JTV Malang






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.